Pemberian yang baik

RASULULLAH S.A.W BERSABDA:

“SEBAIK-BAIK PEMBERIAN (SEDEKAH) IALAH KALIMAH YANG ENGKAU DENGAR KEMUDIAN ENGKAU BAWANYA KEPADA SAUDARA KAMU YANG MUSLIM LAIN MAKA ENGKAU AJARKANNYA KALIMAH TERSEBUT” (Riwayat Al-Thabrani)

Pemberian disini bermaksud pemberian dari segi ilmu yang baik (yang tidak bercanggah dengan Islam) yang diajarkan kepada orang lain. Kemudian orang itu mengajarkannya kepada orang lain.

Ilmu yang baik yang diperturunkan itu menjadi amal jariah (amal yang mengalir pahalanya walaupun setelah kita meninggal dunia) Begitu juga ilmu yang tidak baik, dia tetap menanggung dosa dari ilmu yang diajarnya. Dalam hadith disebut, “Siapa yang melakukan pembunuhan secara tidak betul, Qabil menanggung separuh dari dosanya” .

Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah s.a.w bersabda:
“Tiada suatu jiwa yang terbunuh dengan penganiayaan, melainkan putera Adam yang pertama dahulu itu, mendapat bahagian dari penumpahan darah itu, kerana ia yang pertama membuka jalan untuk penumpahan darah.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Qabil ialah orang yang pertama mengasakan pembunuhan yang tidak betul. Dia telah meletakkan asas atau ‘foundation’ kepada pembunuhan secara kejam. Kata Imam Ghazali ” orang yang bernasib baik ialah orang yang dosanya berhenti setelah dia meninggal” (tidak meninggalkan ilmu yang salah)

2 Respons

  1. ehm..setahu saya yang awam ini amal yang tetap mengalir walaupun telah meninggal tuh cuma tiga. Malah baru dengar jika ada amalan buruk yang juga bisa mengalir. Ada dalilnya yang kuat?

  2. Hadis riwayat Abdullah bin Mas`ud ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu jiwa pun yang dibunuh karena kezaliman kecuali putra Adam pertama (yang membunuh) akan menanggung sebagian dari dosa pembunuhannya karena dialah orang pertama yang melakukan pembunuhan. (Shahih Muslim No.3177)

Tinggalkan jawapan

Anda mesti log masuk terlebih dahulu untuk mengirim komen.