Muhasabah Diri 2013

Selalulah muhasabah diri dengan mengira amalan yang dilakukan setiap hari dan setiap tahun. Seperti orang bisnes, bila mereka menutup kedai atau menutup akaun (year end closing), mereka akan membuat perkiraan untung dan rugi dan melakukan “stock take” dengan mengira barang manakah yang sudah habis dijual. Amalan juga harus dikira, yang manakah yang banyak, yang boleh menghumban kita ke neraka atau melepaskan dari neraka dan menuju ke syurga. Dalam sebuah hadith disebut “Setiap manusia keluar pada waktu pagi menjual dirinya, dalam pasaran yang terbuka, samada dia berjaya memerdekakan dirinya pada hari itu dari neraka atau membinasakan dirinya untuk masuk neraka” (Riwayat Abu Malik Ashaari r.a.)
Allah Menunggu Taubat Kita

Dari Abu Musa r.a. dari Nabi saw katanya “Allah Azza wa Jalla membentangkan tanganNya (rahmatnya) malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang bersalah siang hari, dan membentangkan tanganNya (rahmatnya) siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang bersalah malam hari, sehingga matahari terbit di Barat. (Riwayat Muslim)

Taubat maksudnya kembali (balik) kepada Allah

Kata pepatah Melayu, sesat di hujung jalan, kembali ke pangkal jalan.

Hud [90] Dan mintalah ampun kepada Tuhan kamu (istigfar), kemudian kembalilah taat kepadaNya.

Allah Suka Bila Kita Bertaubat

Allah menyayangi kita, walaupun bergelumang dengan dosa, bila kita balik kepadanya, dia sangat gembira. Kegembiraan lebih dari seseorang yang menjumpai kembali keretanya yang hilang:-

Dari Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah lebih suka menerima taubat seorang hamba-Nya melebihi kesenangan seorang yang menemukan kembali tiba-tiba untanya yang telah hilang daripadanya di tengah hutan.” (Bukhari – Muslim)“

Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hambaNya ketika dia bertaubat kepadaNya. Bahkan lebih gembira daripada seseorang yang kehilangan untanya di tengah gurun pasir, sedangkan di atas unta itulah terdapat segala bekalan makanan dan minuman sehingga dia merasa putus asa. Seterusnya, dia menuju kepada sebatang pokok dan berbaring lesu di bawah naungan rendangnya. Dia merasa putus asa dengan untanya. Ketika dia merenungi nasibnya, tiba-tiba untanya telah berdiri dekatnya dan segeralah dia meraih tali kekangnya. Tersangatlah gembiranya lalu dia berkata; “Ya Allah, Engkau adalah hambaKu dan aku adalah Tuhanmu!’ tersangatlah gembiranya, sehingga dia tersasul (tersalah ucap) seperti itu.”

Allah sangat suka pada mereka yang kembali kepadanya, bahkan dalam sebuah hadith Riwayat Muslim disebut:“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, sekiranya kalian tidak pernah berbuat dosa, nescaya Allah akan mematikan kalian dan menggantikan dengan kaum yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah pun mengampunkan mereka.”

Advertisements

Kemusykilan atau pertanyaan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: