Hebatnya Ilmu dan Pengetahuan Allah

…Yang Mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya)… (Baqarah:255)

Semua yang berada di langit dan bumi adalah miliknya. Maka Dia tahu apa yang ada dan berlaku di sana. Allah SWT juga tahu masa depan dan sejarah kita. Semua status dan aktiviti kita di semua alam diketahuinya. Walaupun tanpa malaikat “kiraman katiban” yang mencatit, namun semuanya tetap ditulis sebagai bahan bukti semasa perbicaraan nanti.

Ilmu Allah SWT itu tersangat luas. Rasulullah SAW sendiri pun tidak tahu bagaimana untuk memuji Allah SWT (selain daripada Alhamdulillah). Baginda berdoa “aku memujiMu sepertimana engkau memuji diriMU”:

Daripada Aisyah R.A. secara marfu’ (terus dari Rasulullah SAW), Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan dengan redhaMU dari kemudrkaanMU, dengan keampunanMU dari hukumanMU, dan aku berlindung dengan (kekuasaan)MU dariMU (dari kemurkaanMU), tidak aku memandai-mandai memuji ke atasmu, (bahkan) ENGKAU seperti apa ENGKAU memuji terhadap diriMU,(Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi.)

Tiada siapa yang tahu semua ilmu Allah. Ilmu pengetahuan Allah itu tidak berubah atau bertambah, ilmunya ‘qadim’ sejak azali lagi. Ilmu Allah adalah ilmu yang asli, ilmu yang diberikan kepada kita makhluknya adalah ilmu yang baru dan diberi mengikut kekuatan akal. Ilmu yang diberikan kepada manusia hanya sedikit sahaja.:

Al-Israa [85]….dan kamu tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan sedikit sahaja..

Ada perkara yang Nabi SAW tidak tahu, lalu baginda bertanya kepada Malaikat Jibrail. Ada perkara yang Jibrail tidak tahu, lalu dia bertanya kepada Allah SWT.

Dari Ibnu Umar, ada seorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tempat apakah yang paling buruk?”.

Jawab Nabi, “Aku tidak tahu. Kutanyakan dulu kepada Jibril”.

Setelah ditanyakan kepada Jibril, Jibril mengatakan, “Aku juga tidak tahu. Kutanyakan dulu kepada Mikail”. Pada akhirnya, Jibri datang dan mengatakan, “Tempat yang paling baik adalah masjid. Sedangkan tempat yang paling buruk adalah pasar”. (HR Ibnu Hibban)

Oleh itu janganlah malu untuk mengatakan tidak tahu. Ilmu manusia adalah terhad dan pasti ada orang yang lebih berlimu dari yang lain:

Yusuf [76]…….dan tiap-tiap orang yang berilmu pengetahuan, ada lagi di atasnya yang lebih mengetahui.

Allah adalah pencipta yang sangat bijak dan memiliki ilmu yang sebenar-benarnya.

Ya-sin [81]…..Dan Dialah Pencipta yang tidak ada bandinganNya, lagi Yang Maha Mengetahui.

Hebatnya ilmu Allah itu diceritakan di dalam Al-Quran:

Al-Mudathir [31]………dan tiada yang mengetahui tentera Tuhanmu melainkan Dialah sahaja .

Manusia pula bila semakin banyak ilmunya semakin rosaklah dunia. Kata Sayyidina Ali, bila manusia telah mempunyai banyak ilmu, kiamatlah dunia. Juga diterangkan dalam Al-Quran yang mengatakan kerosakan yang berlaku di dunia ini adalah disebabkan ilmu mereka.

Ar-Ruum [41] Telah timbul berbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleh tangan manusia;

Advertisements

Kemusykilan atau pertanyaan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: